JqhSRCdUrfr1KyxYuxtPdSuGcgp6mT2tPj27Nc05

Polisi Tembak Polisi Tewasnya Anggota Densuss 88 Terungkap!

Polisi Tembak Polisi

Sebuah tragedi mengguncang kepolisian terjadi baru-baru ini ketika polisi tembak polisi di jawa barat. Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, seorang anggota Densus 88 Antiteror, tewas dalam insiden tersebut. 

Penembakan ini ternyata melibatkan rekannya sendiri. Berikut ini adalah Kronologi Tewasnya Anggota Densus 88 yang mengguncang hati itu.

Polisi Tembak Polisi Kombinasi Mematikan

Fakta baru terungkap bahwa pelaku penembakan, Bripda IMS, berada dalam pengaruh alkohol saat peristiwa itu terjadi. Kondisi mabuk ini membuatnya mengambil senjata api dari dalam tasnya yang ternyata senjata dari Bripka IG. 

Lalu tanpa disangka, senjata itu meletus mengenai bagian leher Bripda Ignatius, menyebabkan kematian tragis sang anggota Densus 88 tersebut.

Peran IMS dan IG Terungkap

Setelah penyidikan intensif, Densus 88 Antiteror mengungkap peran dari Bripda IMS dan Bripka IG dalam kasus tewasnya Bripda Ignatius. 

Keduanya resmi menjadi tersangka dalam insiden tersebut. Yaitu Bripda IMS sebagai pelaku penembakan yang menyebabkan korban tewas akibat aksi polisi tembak polisi.

Kelalaian Fatal dalam Tugas

Peristiwa mengerikan ini terjadi di Rumah Susun (Rusun) Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (23/7/2023) sekitar pukul 01.40 WIB. 

Menurut keterangan dari Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, insiden ini dikarenakan adanya kelalaian. Diduga dilakukan oleh Bripda IMS dan Bripka IG dalam kasus polisi saling tembak.

Pengaruh Alkohol dalam Penembakan

Sangat disayangkan bahwa Bripda Ignatius tewas akibat perbuatan rekannya sendiri yang sedang dalam pengaruh alkohol. Kehadiran senjata api dalam kondisi mabuk tentunya menjadi kombinasi yang mematikan. 

Hal ini perlu menjadi pelajaran bagi seluruh anggota kepolisian untuk lebih bertanggung jawab. Terutama dalam menjaga senjata mereka ketika melakukan aksi dilapangan ataupun sedang tidak bertugas.

Tersangka Dalam Penyelidikan

Densus 88 dan Polres Bogor sedang mendalami lebih lanjut alasan di balik tindakan tragis Bripda IMS tersebut. Apa motif yang melatarbelakangi penembakkan senjata api milik Bripka IG ke Bripda Ignatius. 

Pihak berwenang harus memastikan semua fakta dan bukti yang diperoleh untuk mengungkapkan motif dari polisi tembak polisi dalam insiden ini.

Meminta Keterbukaan dan Keadilan

Polisi Tembak Polisi

Keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage merasakan kehilangan yang mendalam dan mengguncang hati. Ibu dan ayah korban mengungkapkan pernyataanya untuk mencari keadilan atas kepergian tragis putra kesayangan mereka. 

Mereka menyatakan keinginan untuk mendapatkan keterbukaan dan kejujuran dari pihak berwenang. Terkhusus Mabes Polri dalam menyelidiki kasus polisi tembak sesama polisi tersebut.

Pengawasan Ketat atas Senjata Api

Insiden ini juga harus menjadi peringatan bagi seluruh anggota kepolisian mengenai pentingnya pengawasan ketat atas senjata api yang mereka miliki. Senjata tersebut bukan hanya alat tugas, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar bagi setiap anggota kepolisian. 

Ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kewaspadaan dalam penanganan senjata, terutama ketika terlibat dalam aksi polisi tembak polisi.

Komitmen Polri dalam Menegakkan Keadilan

Polri berkomitmen untuk tidak memberikan toleransi kepada oknum-oknum yang melanggar ketentuan atau perundangan yang berlaku. Termasuk dalam kasus yang sudah berulang kali terjadi polisi tembak anak buah sendiri. 

Semua pihak yang terlibat dalam insiden tragis ini harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Agar keluarga korban dapat mendapatkan kepastian dan penghiburan atas kepergian tragis anggota Densus 88 yang berdedikasi.

Tak Ada Pertengkaran, Hanya Kelalaian Fatal

Dalam pernyataan tegas, Juru Bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar, membantah bahwa insiden tersebut terjadi karena ada pertengkaran. 

Kombes Aswin Siregar menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah akibat dari kelalaian yang fatal. Namun didasari ketidak sengajaan oleh rekannya sendiri dalam kasus penembakan polisi ini.

Penyidikan Masih Berlangsung

Kasus kematian Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage masih terus diselidiki oleh Tim Gabungan Propam dan Reskrim. Penyidikan dilakukan secara teliti untuk mengungkapkan setiap fakta dan detail yang terkait dengan peristiwa ini. 

Densus 88 dan Polres Bogor bekerja sama dalam upaya menyelesaikan kasus polisi tembak polisi dengan profesional dan adil.

Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Dalam suasana duka yang mendalam, keluarga korban, didampingi oleh tim kuasa hukum Hotman Paris, melaporkan kasus kematian Bripda Ignatius ke pihak Propam. 

Mereka ingin memastikan bahwa kematian tragis sang anak yang merupakan anggota Densus 88 tidak terulang kembali. Mereka ingin memastikan bahwa keadilan sepenuhnya ditegakkan untuk Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage.

Misteri Terungkap: Kelalaian dan Keadilan

Tentu saja, insiden kematian Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage menyisakan banyak pertanyaan dan kesedihan. Namun, dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, harapan untuk mengungkap misteri di balik insiden ini masih ada. 

Semoga keadilan dan kebenaran peristiwa ini akan ditegakkan. Agar keluarga korban dapat menemukan ketenangan dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian tragis anggota Densus 88 yang dicintai.

Kesimpulan

Upaya pemerintah dalam mencegah kasus polisi tembak polisi juga harus ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. 

Reaksi publik atas kasus polisi menembak polisi menunjukkan pentingnya penanganan kasus ini secara transparan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Post a Comment